Penyuluhan Bahaya Penyakit Akibat Kerja Di Lingkungan Tambang
Abstrak
Abstrak
Lingkungan kerja pertambangan memiliki berbagai potensi bahaya yang dapat menimbulkan penyakit akibat kerja, seperti paparan debu, kebisingan, getaran, bahan kimia berbahaya, serta faktor ergonomi yang tidak sesuai. Penyakit akibat kerja di sektor tambang sering kali berkembang secara perlahan dan tidak langsung disadari oleh pekerja, sehingga berdampak pada penurunan produktivitas dan kualitas hidup. Penyuluhan kesehatan kerja merupakan salah satu upaya preventif yang penting untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pekerja terhadap bahaya penyakit akibat kerja. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran penyuluhan dalam meningkatkan kesadaran pekerja tambang terhadap risiko kesehatan di tempat kerja serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap berbagai sumber terkait kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan pertambangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyuluhan yang efektif dapat meningkatkan pemahaman pekerja mengenai jenis penyakit akibat kerja, faktor risiko, serta pentingnya penggunaan alat pelindung diri dan penerapan prosedur kerja yang aman. Dengan demikian, penyuluhan kesehatan kerja di lingkungan tambang diharapkan mampu menurunkan angka kejadian penyakit akibat kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan aman.
Kata kunci: Penyuluhan Kesehatan Kerja, Penyakit Akibat Kerja, Lingkungan Tambang, Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3), Pekerja Tambang
