AKSEN JURNAL https://stikessentral.ac.id/ojs/index.php/sj <p>Aksen jurnal merupakan jurnal ilmiah oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sentral yang mengembangkan ilmu umum dan kesehatan. jurnal ini merupakan aplikasi pelaksanaan fungsi penelitian guna mengembangkan ilmu pengetahuan baik secara umum maupun secara khusus tentang kesehatan dan kebidanan.</p> Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sentral id-ID AKSEN JURNAL 2776-9879 PERAN K3 DALAM MENCEGAH KECELAKAAN KERJA DI PERTAMBANGAN https://stikessentral.ac.id/ojs/index.php/sj/article/view/113 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Sektor pertambangan merupakan lingkungan kerja dengan tingkat risiko kecelakaan yang tinggi akibat penggunaan alat berat, kondisi kerja yang kompleks, serta paparan bahaya fisik dan lingkungan. Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi aspek penting dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja dan perlindungan terhadap pekerja tambang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penerapan K3 dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja di sektor pertambangan. Bahan penelitian berupa data primer dan sekunder yang berkaitan dengan pelaksanaan K3 di lingkungan pertambangan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, dan studi dokumentasi terkait kecelakaan kerja. Analisis data dilakukan secara kualitatif untuk menggambarkan hubungan antara penerapan K3 dan tingkat kecelakaan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan K3 yang baik, meliputi penggunaan alat pelindung diri, pelatihan keselamatan kerja, serta kepatuhan terhadap prosedur operasional standar, berperan penting dalam menurunkan risiko kecelakaan kerja. Selain itu, peningkatan kesadaran dan disiplin pekerja terhadap K3 turut mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan K3 yang optimal berkontribusi signifikan dalam mencegah kecelakaan kerja di lingkungan pertambangan.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Kecelakaan Kerja, Pertambangan, Pekerja Tambang, Pencegahan Kecelakaan</strong></p> <p>&nbsp;</p> Fauziah Gusvita Syarah Harahap Rahmat Rizki Siregar Yesi Omelika Niapina Hak Cipta (c) 2025 AKSEN JURNAL 2025-11-30 2025-11-30 5 2 1 5 ANALISIS KEBUTUHAN BAHASA INGGRIS BAGI MAHASISWA K3 DALAM KONTEKS INDUSTRI PERTAMBANGAN https://stikessentral.ac.id/ojs/index.php/sj/article/view/114 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Bahasa Inggris menjadi kompetensi penting bagi tenaga K3 karena lingkungan kerja pertambangan menuntut pemahaman terhadap dokumen keselamatan, standar internasional, prosedur kerja, serta komunikasi profesional dengan tenaga kerja multinasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan Bahasa Inggris bagi mahasiswa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam konteks industri pertambangan. Kemampuan Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode ana lisis kebutuhan (needs analysis). Subjek penelitian meliputi mahasiswa K3. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa &nbsp;kebutuhan Bahasa Inggris mahasiswa K3 lebih berfokus pada keterampilan membaca dan berbicara dalam konteks keselamatan kerja, seperti memahami standar K3 internasional, safety signs and symbols, laporan insiden, serta komunikasi lisan dalam briefing keselamatan dan inspeksi lapangan. Selain itu, materi Bahasa Inggris yang relevan dengan konteks pertambangan dan K3 dinilai lebih efektif dibandingkan pembelajaran Bahasa Inggris umum. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kurikulum dan bahan ajar Bahasa Inggris berbasis kebutuhan mahasiswa K3 yang selaras dengan tuntutan industri pertambangan.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Kata kunci: analisis kebutuhan, Bahasa Inggris K3, mahasiswa K3, industri pertambangan</strong></p> Ayu Trisna Nayodi Permayasa Syera Mahyuni Harahap Hak Cipta (c) 2025 AKSEN JURNAL 2025-11-30 2025-11-30 5 2 6 11 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PEKERJA GALIAN EMAS TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI PT. MARTUNAS KABUPATEN MANDAILING NATAL TAHUN 2025 https://stikessentral.ac.id/ojs/index.php/sj/article/view/117 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Perilaku di bawah standar atau <em>unsafe act</em> dan kondisi di bawah standar atau <em>unsafe conditions</em> merupakan penyebab langsung suatu kecelakaan dan penyebab utama dari kesalahan manajemen. Penerapan program K3 di tempat kerja diantaranya mempunyai tujuan untuk menjaga agar pekerja tetap sehat dan selamat selama bekerja. Penelitian ini &nbsp;merupakan penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross sectional dengan mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, menggunakan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach) bertujuan untuk mengetahui&nbsp; gambaran faktor yang mempengaruhi perilaku pekerja tentang K3 di area galian emas PT. Martunas Kabupaten Mandailing Natal, didapatkan hasil tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku K3 (p value 0,158), Ada hubungan antara sikap dengan perilaku K3 (p value (0,000). perilaku pekerja tentang &nbsp;K3 di Galian Emas PT. Martunas dapat disimpulkan dari 47 responden yang telah diteliti, sebagian besar responden memiliki perilaku K3 yang sangat baik yaitu 86% dari jumlah keseluruhannya</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: <strong>Perilaku, Pekerja, K3</strong></p> Syera Mahyuni Harahap Ayu Trisna Khoirunnisa Nasution Hak Cipta (c) 2025 AKSEN JURNAL 2025-11-30 2025-11-30 5 2 12 16 FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJAAN TAMBANG https://stikessentral.ac.id/ojs/index.php/sj/article/view/118 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pekerjaan di sektor pertambangan memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat penggunaan alat berat, kondisi lingkungan kerja yang kompleks, serta paparan berbagai potensi bahaya. Kecelakaan kerja pada pekerja tambang umumnya dipengaruhi oleh kombinasi faktor manusia, peralatan, dan lingkungan kerja yang tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja pada pekerjaan tambang. Bahan penelitian berupa data primer dan sekunder yang berkaitan dengan kejadian kecelakaan kerja dan kondisi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan pertambangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, kuesioner, dan wawancara kepada pekerja tambang serta pengawas lapangan. Data pendukung diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap laporan kecelakaan kerja dan prosedur operasional standar. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif sederhana untuk mengidentifikasi faktor dominan penyebab kecelakaan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor manusia, seperti kurangnya kepatuhan terhadap prosedur keselamatan dan penggunaan alat pelindung diri, menjadi penyebab utama kecelakaan kerja. Selain itu, faktor peralatan yang tidak memenuhi standar keselamatan serta kondisi lingkungan kerja yang berisiko juga berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan. Kurangnya pengawasan dan pelatihan keselamatan kerja secara berkelanjutan turut memperbesar risiko kecelakaan kerja di lingkungan tambang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecelakaan kerja pada pekerjaan tambang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, sehingga diperlukan upaya pengendalian risiko secara menyeluruh melalui penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yang optimal.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Kecelakaan Kerja, Faktor Penyebab, Pertambangan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Pekerja Tambang</p> Rahmat Rizki Siregar Wiwi Wardani Tanjung Tetty Misbah Hak Cipta (c) 2026 AKSEN JURNAL 2025-11-30 2025-11-30 5 2 17 22 HUBUNGAN PAPARAN DEBU DAN BAHAN KIMIA TAMBANG DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL https://stikessentral.ac.id/ojs/index.php/sj/article/view/119 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Aktivitas pertambangan menghasilkan debu dan bahan kimia yang berpotensi mencemari lingkungan dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat sekitar, terutama pada kelompok rentan seperti ibu hamil. Paparan tersebut diduga dapat memengaruhi kadar hemoglobin dan meningkatkan risiko terjadinya anemia selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan paparan debu dan bahan kimia tambang dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian adalah ibu hamil yang tinggal di sekitar area pertambangan. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data paparan debu dan bahan kimia dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi lingkungan, sedangkan data anemia diperoleh dari hasil pemeriksaan kadar hemoglobin. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil yang terpapar debu dan bahan kimia tambang mengalami anemia. Proporsi kejadian anemia lebih tinggi pada ibu hamil yang terpapar dibandingkan yang tidak terpapar. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara paparan debu tambang dengan kejadian anemia. Paparan bahan kimia tambang juga memiliki hubungan bermakna dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Tingkat paparan yang lebih tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko anemia. Dapat disimpulkan bahwa paparan debu dan bahan kimia tambang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Paparan Debu, Bahan Kimia Tambang, Anemia, Ibu Hamil</p> Dwiana Kartika Putri Herawati Harahap Dewi Aminasty Siregar Hak Cipta (c) 2025 AKSEN JURNAL 2025-11-30 2025-11-30 5 2 23 27 Persepsi Ibu Hamil terhadap Risiko Kesehatan Lingkungan Pertambangan dan Upaya Pencegahannya Di Aek Pining Tapanuli Selatan https://stikessentral.ac.id/ojs/index.php/sj/article/view/122 <p><em>Kesehatan ibu hamil merupakan indikator penting dalam pembangunan kesehatan, terutama bagi kelompok yang tinggal di wilayah dengan risiko lingkungan tinggi seperti kawasan pertambangan. Aktivitas pertambangan berpotensi menimbulkan pencemaran udara, air, dan tanah yang dapat berdampak terhadap kesehatan ibu hamil dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi ibu hamil terhadap risiko kesehatan lingkungan pertambangan dan upaya pencegahannya di Aek Pining, Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang berdomisili di Aek Pining, dengan jumlah sampel sebanyak 15 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki persepsi yang baik terhadap risiko kesehatan lingkungan pertambangan (40,0%) dan upaya pencegahannya (46,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi ibu hamil terhadap risiko kesehatan lingkungan pertambangan dengan upaya pencegahan (p-value = 0,031). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi yang baik terhadap risiko kesehatan lingkungan pertambangan berhubungan dengan meningkatnya upaya pencegahan pada ibu hamil.</em> <em>Oleh karena itu, diperlukan peran aktif tenaga kesehatan, khususnya bidan, dalam meningkatkan edukasi dan pendampingan kesehatan ibu hamil di wilayah pertambangan guna meminimalkan risiko kesehatan bagi ibu dan janin</em></p> Rika Apripan Nayodi Permayasa Rosmainun Hak Cipta (c) 2025 AKSEN JURNAL 2025-11-30 2025-11-30 5 2 28 32 DAMPAK PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PELAYANAN ADMINISTRASI RUMAH SAKIT TERHADAP KEPUASAN PASIEN https://stikessentral.ac.id/ojs/index.php/sj/article/view/129 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pelayanan administrasi merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pelayanan rumah sakit karena menjadi titik awal interaksi pasien dengan fasilitas kesehatan. Kualitas pelayanan administrasi yang kurang optimal dapat berdampak pada ketidakpuasan pasien dan menurunkan citra rumah sakit. Perkembangan teknologi informasi mendorong rumah sakit untuk menerapkan pelayanan administrasi berbasis digital, seperti Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), pendaftaran online, dan rekam medis elektronik, guna meningkatkan efisiensi dan mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan teknologi informasi dalam pelayanan administrasi rumah sakit terhadap kepuasan pasien di RSUD Padangsidempuan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah pasien rawat jalan, dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi informasi dalam pelayanan administrasi rumah sakit berada pada kategori baik dan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (p = 0,003; p &lt; 0,05). Penerapan teknologi informasi yang optimal terbukti mampu meningkatkan kecepatan pelayanan, ketepatan data, serta kenyamanan pasien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi informasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kepuasan pasien melalui perbaikan mutu pelayanan administrasi rumah sakit.</p> <p>Kata kunci: teknologi informasi; pelayanan administrasi; kepuasan pasien; rumah sakit.</p> Asdi Lastari Usrawati Pasaribu Shinta Ayu Nadia Apresi Hak Cipta (c) 2025 AKSEN JURNAL 2025-11-30 2025-11-30 5 2 28 33 PENGETAHUAN IBU TENTANG POSISI MENYUSUI YANG BENAR DI KECAMATAN ARSE TAHUN 2025 https://stikessentral.ac.id/ojs/index.php/sj/article/view/130 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Menyusui sebaiknya dilakukan segera setelah bayi lahir atau yang sekarang dikenal sebagai Imunisasi Dini Menyusui (IMD). Ini adalah kondisi ketika bayi mulai menyusui sendiri setelah lahir, yaitu ketika bayi memiliki kemampuan untuk menyusui sendiri, dengan kriteria kontak kulit langsung dengan bayi dalam 60 menit pertama setelah bayi lahir. Ada banyak cara memposisikan diri dan bayi selama proses menyusui. Beberapa ibu memilih menyusui dalam posisi berbaring miring sambil memeluk bayinya, beberapa melakukannya sambil duduk.</p> <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang posisi menyusui yang benar di Desa Silandit, Lingkungan III, Kabupaten Padangsidimpuan Selatan pada tahun 2025.</p> <p>Jenis penelitian ini adalah deskriptif, yaitu dengan menggunakan sampel penelitian, yaitu populasi sebanyak 30 orang dan sampel yang diambil sebanyak 20 orang.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Dari hasil penelitian yang dilakukan, pengetahuan ibu tentang posisi menyusui yang benar, mayoritas memiliki pengetahuan yang kurang, yaitu 12 orang (60%), dan yang memiliki pengetahuan baik, 3 orang (15%), serta yang memiliki pengetahuan cukup, 5 orang (25%).</p> <p>Kesimpulan dari hasil yang telah dilakukan oleh peneliti, peneliti dapat menyimpulkan bahwa masih banyak ibu yang belum mengetahui cara menyusui yang benar.</p> <p>Saran Untuk peneliti, diharapkan hal ini dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan bagi peneliti selanjutnya. Untuk lokasi penelitian; diharapkan masyarakat Arse, Lingkungan III, khususnya ibu-ibu yang belum mengetahui posisi menyusui yang benar bagi ibu dan bayinya. Untuk responden, tingkatkan wawasan dan pengetahuan serta informasi tentang manfaat posisi menyusui yang benar bagi ibu dan bayi. Untuk lembaga pendidikan; diharapkan lembaga pendidikan khususnya meningkatkan jumlah buku bacaan tentang posisi menyusui yang benar.</p> <p>Kata kunci; Pengetahuan, Posisi</p> Nila Handayani Khoirunnisa Nasution Raisah Dewi Herawati Harahap Hak Cipta (c) 2025 AKSEN JURNAL 2025-11-30 2025-11-30 5 2 34 42 HUBUNGAN PERILAKU IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA AEK TUHUL KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN BATUNADUA https://stikessentral.ac.id/ojs/index.php/sj/article/view/133 <h2>Abstrak</h2> <p>Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak atau didefinisikan sebagai pendek. Pola asuh ibu sangat berperan penting dalam pemenuhan gizi balita, peran pola asuh ibu dipengaruhi oleh perilaku ibu dalam pemenuhan gizi balita. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku ibu dengan kejadian stunting pada balita di Desa Babul Makmur Kecamatan Simeulu Barat Kabupaten Simeulue. Metode yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan desain <em>cross sectional</em>. Penelitian dilakukan di Desa Aek Tuhul Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan &nbsp;pada bulan November 2021. Pengambilan sampel menggunakan teknik <em>total sampling </em>sebanyak 33 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan pembagian kuesioner dan observasi. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik yaitu <em>chi-square </em>dengan spss. Hasil penelitian bahwa jumlah ibu yang memiliki perilaku baik yaitu 22 orang (65,6%), jumlah ibu yang memiliki perilaku tidak baik yaitu 11 orang (34,3%). Sedangkan jumlah balita stunting yaitu 11 balita (34,3%) dan jumlah anak yang normal yaitu 22 balita (65,6%). Hasil Uji <em>Chi- square </em>diperoleh nilai <em>p-value </em>= 0,000 lebih kecil dari nilai sig (?) = 0,05 (0,000 &lt; 0,05). Artinya terdapat hubungan antara perilaku ibu dengan kejadian stunting pada balita di Desa Aek Tuhul Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan .</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Hubungan, Perilaku Ibu, Stunting</p> Tetty Misbah Wiwi Wardani Tanjung Hak Cipta (c) 2025 AKSEN JURNAL 2025-11-30 2025-11-30 5 2 43 50 Pengaruh Pelayanan Kesehatan Masyarakat Berbasis Teknologi Informasi Terhadap Program Kesehatan Ibu Dan Anak Di Desa Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan https://stikessentral.ac.id/ojs/index.php/sj/article/view/134 <h3>ABSTRAK</h3> <h3>&nbsp;</h3> <p>Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan prioritas pembangunan kesehatan, namun pelaksanaannya di wilayah pedesaan masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada aspek pencatatan dan pemantauan pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelayanan kesehatan masyarakat berbasis teknologi informasi terhadap pelaksanaan Program Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang mengikuti Program KIA di Desa Arse dengan jumlah sampel 50 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai pelayanan kesehatan masyarakat berbasis teknologi informasi masih berada pada kategori tidak baik (56,0%) dan pelaksanaan Program KIA berada pada kategori tidak optimal (60,0%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat pengaruh signifikan pelayanan kesehatan masyarakat berbasis teknologi informasi terhadap pelaksanaan Program Kesehatan Ibu dan Anak dengan nilai p-value = 0,003. Dapat disimpulkan bahwa penguatan pelayanan kesehatan masyarakat berbasis teknologi informasi berperan penting dalam meningkatkan efektivitas Program Kesehatan Ibu dan Anak di tingkat desa.</p> <p><strong>Kata kunci : pelayanan kesehatan masyarakat, teknologi informasi, kesehatan ibu dan anak, pelayanan kesehatan desa, posyandu.</strong></p> Guslaini Purnama Intan Pan Harahap Dewi Arjuna Putri Pan Harahap Septriana Sari Usrawati Pasaribu Khoirotunnisa Afrisi Hak Cipta (c) 2025 AKSEN JURNAL 2025-11-30 2025-11-30 5 2 51 54 Pengaruh Sistem Teknologi Informasi Terhadap Efisiensi Pelayanan Kesehatan Rawat Jalan Di Puskesmas Hanopan Di Kecamatan Arse Kabupaten Tapanuli Selatan https://stikessentral.ac.id/ojs/index.php/sj/article/view/135 <h3>ABSTRAK</h3> <h3>&nbsp;</h3> <p>Pelayanan rawat jalan merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan primer yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat, khususnya di Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama. Pelayanan ini mencakup berbagai jenis layanan, mulai dari pelayanan umum, KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), imunisasi, pelayanan penyakit kronis, hingga pelayanan gigi dan kesehatan masyarakat.</p> <h4>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sistem teknologi informasi terhadap efisiensi pelayanan rawat jalan di Puskesmas Hanopan Kecamatan Arse Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien rawat jalan di Puskesmas Hanopan, dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,0% responden menilai pelayanan berbasis teknologi informasi tidak baik dan 60,0% menilai efisiensi pelayanan rawat jalan tidak optimal. Uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara sistem teknologi informasi dan efisiensi pelayanan (p-value = 0,003 &lt; 0,05). Penelitian ini menghasilkan luaran berupa rekomendasi kebijakan dan model konseptual pelayanan kesehatan berbasis teknologi informasi yang dapat diterapkan di tingkat puskesmas. Dapat disimpulkan bahwa penguatan pelayanan kesehatan masyarakat berbasis teknologi informasi berperan penting dalam meningkatkan Efisiensi Pelayanan Rawat Jalan di Puskesmas Hanopan Kecamatan Arse Kabupaten Tapanuli Selatan.</h4> <h4>Kata Kunci: Pelayanan Kesehatan Masyarakat; Teknologi Informasi; Pelayanan Rawat Jalan</h4> Dewi Arjuna Putri Pan Harahap Guslaini Purnama Intan Pan Harahap Septriana Sari Usrawati Pasaribu Ayu Lestari Harahap Niken Amalia Hak Cipta (c) 2025 AKSEN JURNAL 2025-11-30 2025-11-30 5 2 55 58